Lima Kabupaten Ikuti Pelatihan Ketrampilan

Written By Admin on Sabtu, 10 Desember 2011 | 07.11

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Sebanyak lima kabupaten perbatasan di Provinsi Kalimantan Barat mengikuti pelatihan keterampilan bagi anak putus sekolah dan masyarakat.
"Lima kabupaten itu antara lain Paloh di Kabupaten Sambas, Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Sekayam di Kabupaten Sanggau, Ketungau Hulu di Kabupaten Sintang dan Barau di Kabupaten Kapuas Hulu," kata Staf Khusus Menteri Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Daniel Johan di Pontianak, Jumat.

Menurut Daniel, pendidikan dan latihan keterampilan tersebut diberikan untuk kemudian bisa diterapkan keahlian yang telah didapat dalam kelompok masyarakatnya.

"Fokusnya di bidang pertanian, perkebunan, peternakan serta keterampilan rumah tangga, seperti jahit menjahit," jelas Daniel.

Untuk itu, kata dia, diharapkan para peserta setelah mengikuti pelatihan dapat membawa ilmu yang sudah mereka terima ke desa masing-masing.

Ia menjelaskan, fokus pelatihan dikhususkannya untuk bidang pertanian karena melihat Indonesia sebagai negara agraris. Keterampilan di bidang pertanian itu menjadi langkah awal kemandirian pangan dan kemandirian ekonomi.

"Yang dapat mendongkrak penghasilan masyarakat," jelas Daniel.

Pelatihan yang diberikan tersebut, kata dia, sifatnya usulan dari masyarakat itu sendiri.

"Apa saja yang menjadi kebutuhan mereka karena mereka yang lebih tahu," katanya.

Dengan diberikannya keterampilan beberapa bidang tersebut, hasil akhir yang diinginkan adalah daerah-daerah perbatasan tersebut lepas dari ketertinggalan, mengingat beberapa kabupaten di Kalbar masuk dalam kategori daerah tertinggal. Termasuk di kabupaten yang berbatasan langsung.

"Dengan memajukan kabupaten itu, mulai dari Pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa hingga ke masyarakatnya," kata Daniel.

Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal membuat dua regional manajemen, yaitu Manajemen Singbebas yang terdiri dari Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Sambas serta manajemen Kapuas yang terdiri dari Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Melawi dan Sekadau.

Sementara, Sekretaris Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Kerja sama Provinsi Kalbar Khairullah mengatakan, pengananan wilayah perbatasan dilakukan secara komprehensif oleh semua pihak.

Karena, kata dia, pengelolaan sumber daya kawasan perbatasan harus dilakukan terfokus dan efektif serta berkolerasi positif terhadap berbagai sektor dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan hak kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kawasan perbatasan. (phs/Ant) 

(Sumber Kalimantan-newa)

1 komentar:

admin mengatakan...

nice post bro , lam kenal kunjung balik ya di http://ascargo.blogspot.com/

Posting Komentar