ads adsadsadsadsads
Tampilkan postingan dengan label INFO KALIMANTAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO KALIMANTAN. Tampilkan semua postingan

Pertemuan FKRP2RK Bahas Masalah Pembangunan Kalimantan

Written By Admin on Senin, 06 Februari 2012 | 19.42

Awang Ajak Tiga Provinsi Kerjasama dengan Kaltim
JAKARTA - Pembangunan di Pulau Kalimantan dalam era otonomi daerah ini sudah semakin maju. Selain adanya peluang dan keleluasaan yang diberikan Pusat kepada Daerah menyusul diberlakukannya UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, terobosan dan inisiatif para Gubernur se-Kalimantan juga diakui terbilang cemerlang, sehingga hasil-hasil pembangunan di berbagai daerah di Kalimantan saat ini semakin membaik dan dirasakan langsung masyarakat.
"Namun demikian, suatu daerah tidak mungkin bisa maju sendiri, tetapi pasti akan memerlukan bantuan dan dukungan daerah lainnya. Karena itu saya merasa perlu menegaskan komitmen kita untuk senantiasa bekerjasama di berbagai bidang," ujar Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada pertemuan Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK) yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (6/2).
Selain Gubernur Awang, pertemuan FKRP2RK juga menghadirkan Gubernur Kalsel, H Rudy Ariffin, Wagub Kalteng Achmad Diran, sedangkan Gubernur Kalbar diwakili oleh Kepala Bappeda Kalbar Robert Nusanto.
Mendapat kesempatan pertama menyampaikan paparannya, Awang mengatakan percepatan pembangunan di Kalimantan akan terwujud dengan baik apabila terjalin koordinasi, kerjasama dan saling sinergis di berbagai bidang pembangunan. Dengan demikian, setiap permasalahan yang terjadi, juga akan mudah dituntaskan.
Sehubungan dengan itu, Gubernur Awang Faroek mengemukakan panjang lebar tentang hasil-hasil pembangunan dan perencanaan ke depan. Provinsi Kaltim mengajak Provinsi se-Kalimantan untuk bersama-sama mengatasi persoalan daerah. Antara lain; belum finalnya RTRWP Kaltim, Kalbar dan Kalteng, belum terhubungnya Trans Kalimantan, konflik penguasaan lahan antara masyarakat dengan swasta, degradasi lingkungan, kendala penanaman investasi dan memperkuat ketahanan pangan.
Selain itu, dia juga menawarkan kepada tiga provinsi lainnya di Kalimantan untuk dapat berkiblat ke Kaltim. Misalnya mendirikan maskapai penerbangan Borneo Airline. "Kalau ada Riau Air, Sriwijaya Air, Batavia Air dan lainnya yang selama ini mendarati bandara-bandara di Kalimantan, mengapa kita tidak? Kami sudah mendirikan Kaltim Air, kalau kita bisa kerjasama mendirikan Borneo Air, Kaltim Air bisa saja diganti menjadi Borneo Air," kata Awang bersemangat.
Menurut Awang, dari Provinsi Kaltim masih banyak peluang yang bisa dikerjasamakan. Antara lain pembangunan rel kereta api, pendirian pabrik pupuk NPK, hingga kerjasama pendidikan, karena di Kaltim akan berdiri Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan dan Institut Seni Budaya Indonesia di Tenggarong. Lainnya sudah ada pula Universitas Mulawarman di Samarinda dengan bidang studi andalan hutan tropika humida dan Universitas Borneo Tarakan dengan bidang studi andalan bidang perikanan.
"Karena itu, kalau anak-anak Kalimantan mau maju, tidak perlu lagi studi ke Jawa, ke IPB, ITS, UI, UGM dan perguruan tinggi lainnya, cukup di Kaltim saja," katanya.
Rencana Kegiatan
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin selaku Koordinator FKRP2RK melaporkan, selama tahun 2011 lalu telah dilakukan pertemuan para Gubernur se-Kalimantan, pertemuan Bappeda se-Kalimantan dan pertemuan bersama Menteri-Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
Untuk tahun 2012, FKRP2RK menurutnya akan mengusulkan rencana kegiatan kepada para Gubernur se-Kalimantan menyangkut pengembangan interkoneksi transportasi dan antar provinsi se-Kalimantan, mengembangkan Kalimantan sebagai lumbung energi dan pangan nasional, pengembangan kluster industri pengolahan berbasis sumber daya alam, meningkatkan daya dukung lingkungan, pengembangan kawasan perbatasan, penyelesaian penetapan dan masalah kawasan hutan, mencermati masalah penetapan 45% kawasan konservasi sesuai Perpres No.3 tahun 2012 yang membatasi pengembangan wilayah.
"Selain itu, forum juga akan mencermati kebijakan Pemerintah terkait pelarangan ekspor bahan mentah pertambangan tahun 2014 dan ekspor minyak sawit mentah (CPO) mulai tahun 2013. Peningkatan royalti tambang dan hasil perkebunan, serta mencermati kasus-kasus pertanahan, Pilkada dan lainnya yang dapat mengancam kamtibmas," ujarnya.
Dikemukakan pula, total dana APBN usulan program untuk tahun 2012 diajukan FKRP2RK kepada Pusat sebesar Rp 31,193 triliun, namun bisa direalisasikan Rp13,395 triliun (42,95%) yang mencakup bidang infrastruktur 59,24%, perekonomian 19,33%, SDM dan sosial budaya 23,72% dan bidang lingkungan hidup dan tata ruang 21,03%. (ri/hmsprov)
Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyampaikan paparan pada pertemuan Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK). (hadri/humasprov kaltim).
19.42 | 2 komentar | Read More

Awang: Hak Penyandang Cacat Sama

Written By Admin on Rabu, 28 Desember 2011 | 16.54

SAMARINDA - Kepala daerah di Kaltim diharapkan dapat memberikan dukungan kepada penyandang cacat yang berada di kabupaten dan kota, terutama melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) agar penyandang cacat di Kaltim mendapatkan hak yang sama dari Pemerintah Daerah.

Hal ini ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II Kaltim yang digelar di Gor Segiri Samarinda, Selasa (27/12). Menurut dia, seluruh pihak berhak mendukung penyandang cacat tersebut, termasuk para pengusaha yang berada di Kaltim.

"Penyandang cacat berhak mendapat perlakuan yang sama layaknya orang normal lainnya. Karena itu, saya berharap seluruh pihak harus memperhatikan keberadaan penyandang cacat, termasuk penyandang cacat yang mengikuti Pekan Paralympic Provinsi ke II ini," ujar Awang Faroek. 

Mengapa perhatian ini perlu diberikan? Menurut Gubernur Awang Faroek seluruh penyandang cacat yang mengikuti Paralympic ke-II akan mampu meraih prestasi layaknya atlet normal.

"Apalagi, sesuai informasi dari Panitia Paralympic ke-II Kaltim, ternyata pada saat Paralympic Internasional yang digelar 12 hingga 22 Desember 2011 di Solo ada atlet penyandang cacat Kaltim yang mampu meraih medali emas. Melihat kondisi tersebut, maka hal ini membuktikan kemampuan mereka juga sama dengan atlet-atlet normal," sambung Awang.

Karena itu, lanjut dia, baik pemerintah dan swasta berhak memperhatikan keberadaan penyandang cacat tersebut. Artinya, seluruh pihak perlu memberikan hak yang sama terhadap seluruh penyandang cacat.

"Seperti pendidikan dan kesehatan tentunya perlu didukung. Ya, saya berharap seluruh perusahaan berhak memberikan hak yang sama kepada mereka. Maksud saya, berikanlah sedikit dari program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki perusahaan untuk penyandang cacat tersebut. Mari tunjukkan solidaritas kita," tegas Awang.

Mengenai dukungan yang diberikan seluruh kepala daerah di Kaltim, Pemprov Kaltim siap melakukan evaluasi atas perhatian yang dilakukan masing-masing Pemerintah Daerah, terutama dalam memberikan APBD kepada penyandang cacat di Kaltim.

Sementara itu, mengenai kejuaraan yang diikuti seluruh atlet penyandang cacat yang digelar sejak 27 hingga 31 Desember 2011 ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur kemampuan atlet Peparprov menuju Peparnas yang dijadwalkan digelar 2012 di Riau.

"Junjung sportivitas, taati aturan yang telah ditetapkan dewan wasit, mudah-mudahan Peparnas 2012 prestasi Kaltim dapat dipertahankan, jika perlu ditingkatkan lagi di tahun-tahun selanjutnya," harap Awang.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Peparprov ke-II Kaltim H Pristianto mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti even ini sebanyak 436 atlet, 75 official dan 150 pelatih. Mereka datang dari 11 daerah mempertandingkan 11 cabang olahraga (cabor).

"Pelaksanaan kami pusatkan di tiga tempat, yakni Komplek Stadion Madya Sempaja dan Komplek MAN 2 Samarinda serta Stadion Segiri. Cabor yang dipertandingkan, terdiri dari angkat berat, renang, tenis meja, bulutangkis, catur, volley duduk, tenis lapangan kursi roda, atletik dan futsal," ujarnya. (jay/hmsprov)
16.54 | 0 komentar | Read More

Desember 2012, KTP Lama Tak Berlaku

Written By Admin on Sabtu, 24 Desember 2011 | 18.28

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin mewacanakan untuk menonaktifkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Banjarmasin, pada Desember 2012 mendatang. 

Hal ini sesuai dengan Perpres No 67 tahun 2011 tentang perubahan kedua atas Perpres No 26 tahun 2009 tentang Penerapan KTP Berbasis Nomor Induk Kependudukan secara Nasional.  


Kepala Disdukcapil Kota Banjarmasin Rachmah Norlias mengungkapkan, pemberhentian KTP yang saat ini berlaku dikarenakan pada bulan Desember tersebut sudah dimulai pelaksanaan e-KTP

“Desember 2012 tersebut itu semua warga sudah memiliki e-KTP. Sehingga otomatis, KTP yang saat ini berlaku sudah tidak sah lagi,” ujarnya kemarin. 

Rachmah juga mengungkapkan, saat ini masih banyak warga yang membuat dan memperbarui KTP konvensional. Meski yang tertulis berakhir pada 2016, sebenarnya KTP tersebut berakhir pada Desember 2012. 

“Pokoknnya semua KTP lama, baik yang baru diperbarui ataupun akan habis berlakunya, pada Desember 2012 sudah tak dapat digunakan lagi,” tambahnya. 

Rachmah juga mengimbau agar semua masyarakat Kota Banjarmasin untuk segera mendatangi Kantor Kecamatan terdekat untuk di data e-KTP. 

“Semua masyarakat harus ikut e-KTP. Tidak perlu menunggu KTP lama baru habis berlakunya, baru buat e-KTP,” tegasnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa pada bulan April mendatang, pembuatan e-KTP akan ditarik biaya sebesar Rp30 ribu. 

“Masih banyak masyarakat yang menunda-nunda untuk membuat e-KTP. Padahal bulan April mendatang, e-KTP ini tidak gratis lagi,” tandasnya. (mr-115)
18.28 | 1 komentar | Read More

Beri Pelayanan Terbaik, Pemprov Sidak PNS

Pontianak-Sidak Pegawai yang dilakukan dilingkungan Pemprov Kalbar untuk memantau serta mengevaluasi kehadiran pegawai guna meningkatkan disiplin Pegawai melaksanakan tugas sehari-hari. 


Bagaimanapun PNS itu merupakan pelayan masyarakat yang harus siap setiap saat dalam memberikan pelayanan yang terbaik, karena tugas seorang PNS memang memberikan pelayanan, oleh sebab itu wajib hadir dalam melaksanakan tugasnya tanpa ada imbalan serta pambrih yang diharapkan sesuai dengan Sapta Prasetya Korpri, sebab PNS sudah digaji Pemerintah melalui uang rakyat.

Demikian disampaikan Asisten Administrasi dan Umum Sekda Provinsi Kalbar Kartius,SH, M.Si usai melakukan Sidak dilingkungan Biro-Biro Sekretariat, Jum’at ( 23/12).

Lanjut Kartius, seperti pada hari-hari besar keagamaan lainnya, sering dilaksanakan Inspeksi mendadak bagi pegawai negeri sipil dilingkungan Provinsi yang dilakukan menjelang dan sesudah pelaksanaan perayaan.

Seperti pada Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang lalu dan sekarang menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru dibentuk tim untuk memantau kehadiran PNS.

Hal ini dilakukan tidak saja menjelang perayaan hari besar, tapi mulai diterapkannya Apel pagi yang harus diikuti baik pejabat eselon II, III dan IV serta seluruh staf.

Usai melakukan Sidak diligkungan Biro, Kartius merasa senang setelah melihat kehadiran dari PNS cukup memuaskan, meskipun ada bebarapa orang yang sakit, izin tidak masuk kerja, tapi ini sudah menunjukan tingkat kesadaran kedisiplinan PNS.

Memang sidak yang dilakukan diharapkan tidak saja menjelang pada perayaan hari besar keagamaan, tapi akan berlanjut setiap bulannya akan dilakukan Inspeksi sampai benar-benar tingkat kedisiplin yang diharapkan pemerintah Provinsi bisa tercapai.

Memang tingkat disiplin tersebut sangat diharapkan dan harus tumbuh dari hati setiap PNS, jangan karena ada sidak pegawai pada masuk kerja, tapi dengan kesadaran bahwa dirinya adalah seorang PNS yang selalu siap bekerja dalam mengabdi kepada bangsa dan negara serta masyarakat, PNS merupakan salah satu orang yang dipercaya oleh pemerintah untuk bekerja dalam melayani masyarakat.“ angkap Karius.

Dihimbau kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil untuk meningkakan kinerja dan disiplin kerja, karena kita bekerja dipemerintahan masuk dalam sistem dan peraturan, oleh sebab itu taatilah segala peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, jelas Kartius.

Sementara Tim Sidak PNS kali ini ada 8 Tim yang diterjunkan, diantaranya tim pertama langsung dipimpin Sekda. M.Zeet Hamdy Assovie.MTM, Kartius,SH.M.Si, Drs.Robertus Isdius,M.Si, Drs.John Itang OE.MM, Drs. T.T.A.Nyarong dan tim VI dikoordinator Marius Marcellius,TJ.SH.MH dengan didampingi masing-masing dilengkapi anggota dari Sat.Pol PP. ( Nasir Humas ).

(Sumber kalbarprov.go.id)
18.13 | 0 komentar | Read More

Kaltim Deflasi 0,01 Persen

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, pada bulan November 2011 Kaltim mengalami Deflasi sebesar 0,01 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 137,99 pada bulan Oktober 2011 menjadi 137,98 pada bulan November 2011.

Dengan penurunan angka inflasi tersebut, maka inflasi tahun kalender 2011 Kaltim (Januari-November 2011) mencapai 5,73 persen dan inflasi year on year terhadap November 2010 hingga November 2010 mencapai 6,52 persen. Sehingga deflasi terutama terjadi karena adanya penurunan harga pada kelompok pengeluaran yang memilki andil dominan seperti bahan makanan, makanan jadi, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan serta transport dan komunikasi.

Hal tersebut ditunjukkan pada penurunan indeks kelompok pengeluaran seperti bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 0,80 persen. Sedangkan kelompok lain yang mengalami inflasi tinggi berasal dari kelompok sandang dengan inflasi sebesar 1,35 persen.

Selain itu kesehatan juga mengalami inflasi sebesar 0,22 persen, serta kelompok makanan jadi, minuman, rook dan tembakau sebesar 0,12 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen, sedangkan kelompok transport dan komunikasi dengan inflasi sebesar 0,03 persen.
Sementara itu inflasi juga diberikan dari beberapa kelompok komoditi pada bulan November 2011 yang diantaranya kelompok bahan makanan sebagai penyumbang inflasi tertinggi sebesar 0,19 persen, kemudian kelompok sandang dengan inflasi 0,10 persen.

Selain itu kelompok perumahan, air, listrik, gas adan bahan bakar dengan inflasi sebesar 0,04 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,2 persen, sedangkan kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dan kelompok transport dengan komunikasi sama-sama memberi sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.

Sedangkan untuk rincian perbandingan inflasi antarkota pada bulan November 2011 antar kota Samarinda, Balikpapan dan Tarakan yang masing-masingnya mengalami deflasi sebesar 0,03 persen, 0,30 persen dan 0,85 persen. Inflasi year on year dari ketiga kota tersebut juga mencapai 6,12 persen untuk kota Samarinda, serta 6,94 persen untuk Balikpapan dan Tarakan sebesar 6,71 persen. (fit/hmsprov)
18.04 | 0 komentar | Read More

Kesehatan Menjadi Perhatian Pemerintah

Written By Admin on Jumat, 23 Desember 2011 | 09.13

Pontianak-Masalah kesehatan masyarakat salah satu program yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalmantan Barat, masih banyak masyarakat miskin terutama dipedalaman yang belum mendapat kesehatan dengan maksimal, hal ini selain letak geografis penduduk pedalaman Kalbar yang masih sulit dijangkau, mengingat wilayah Kalbar begitu luas. Namun demikian Pemerintah tetap berusaha untuk memberikan pelayanan bagi warga pedalaman maupun pesisir pantai.

Hal tersebut disampakannya ketika berdialog dengan Komisi IX DPR RI dimana salahsatunya membidangi masalah bidang kesehatan, berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur, Senin ( 19/12).

Program dari Pemerintah Pusat menyangkut kesehatan yang diluncurkan baik Askeskin maupun Jampersal belum semua dapat dirasakan penduduk miskin yang ada dipedalaman.
Langkah untuk memberikan pelayanan yang maksimal, dilakukan Operasi Bashara Jaya belum lama ini, kegiatan bhakti sosial yang dipusatkan di Pulau Lemukutan telah melayanani masyarakat pesisir dan masyarakat yang berdomisili di pulau.
Layanan tersebut selain pengobatan umum juga dilakukan operasi bibir sumbing, khitanan massal dan operasi mata serta bedah.
Melihat begitu antusiasnya masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, ini mencontohkan bahwa kesehatan menjadi utama dalam kita membangun bangsa dan negara ini.
Oleh sebab itu dengan kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ini diharapkan dapat melihat fakta serta menjadi solusi dan harapan masyarakat untuk memperjuangkan kesehatanya, “tegas Cornelis.

Sementara itu Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Ciptaning menjelaskan, Pemerintah pusat telah menganggarkan Jaminan Kesehatan yang disediakan sebesar 27 milyar
Ribka menyayangkan, Pemerintah Kalbar merupakan daerah strategis, tapi masyarakat pedalaman masih kesulitan akibat buruknya infrastruktur.
Harapan Ketua Komisi IX dari Fraksi PDI-P bahwa di Komisi IX tersebut adalah putra daerah aslan Kalbar dr.Carolin Margaret Natasa yang akan memperjuangkan RS Komunitas di Kalbar minimal mencapai satu persenlah, “ungkap Ribka.
Hadir dalam pertemuan tersebut unsur Muspida, pimpinan vertikal dan para kepala SKPD Pemprov. ( Nasir Humas).
09.13 | 0 komentar | Read More

Industri Perikanan Harus Ditingkatkan

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap industri perikanan di daerah ini dapat ditingkatkan, terutama dalam hal pengelolahannya. Sebab, industri perikanan di Kaltim saat ini dinilai masih kurang dan belum mampu memberikan dukungan terhadap perkembangan kesejahteraan masyarakat di daerah.

"Melihat kondisi industri perikanan saat ini kurang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka saya berharap ke depan industri perikanan di Kaltim terus ditingkatkan pengembangan pengelolaannya, terutama di daerah yang memiliki sumber daya perikanan yang banyak," ujar Awang Faroek ketika ditemui usai peringatan HUT Nusantara dan HKSN 2011 di Halaman Kantor Gubernur, Kamis (22/12).

Karena itu, lanjut dia, dengan adanya bantuan diberikan Pemprov Kaltim kepada daerah-daerah yang memiliki tangkapan ikan yang cukup banyak, maka diharapkan perkembangan industri perikanan lebih berkembang di daerah.

"Saya berharap mudah-mudahan bantuan tersebut mendukung industri perikanan di Kaltim dapat lebih maju, sehingga kesejahteraan masyarakat yang hanya berharap pada hasil tangkapan ikan bisa merasakan manfaat yang baik ke depannya bagi keluarga mereka," jelasnya.

Menyikapi harapan Gubernur Kaltim Awang Faroek, Kadis Kelautan dan Perikanan Kaltim H Iwan Mulyana mengaku, jika industri perikanan di Kaltim sudah ada sebagian di daerah-daerah. Hanya saja, saat ini yang berkembang dan maju masih pada industri tangkapan udang. Bahkan, industri tersebut sudah banyak di Tarakan, Balikpapan, Kukar.

"Tapi, ke depan yang diharapkan untuk perkembangannya, terutama pengelolaannya pada industri-industri dari hasil rumput laut. Sebab, saat ini rumput laut masih dijual dengan bentuk kering. Ke depan diharapkan bisa disajikan dalam bentuk tepung," ujar Iwan.

Untuk mengembangkan industri perikanan tersebut, terutama hasil kekayaan laut, seperti rumput laut, maka pada 2012 di Tarakan Insya Allah akan dibangun pabrik kerajinan untuk rumput laut. "Pabrik tersebut diharapkan untuk menampung hasil panen dari Nunukan, Tarakan dan daerah lainnya," jelas Iwan.

Lantas daerah mana saja di Kaltim yang telah memiliki industri perikanan, terutama industri perikanan yang sudah berkembang. Iwan menyebut, saat ini cukup banyak indsutri perikanan di Kaltim yang telah berkembang dan maju, seperti yang berada di Balikpapan, kemudian Kukar dan di Tarakan paling banyak.
"Paling banyak memang Tarakan, yakni ada delapan industri perikanan yang telah berkembang di sana," jelasnya.

Lantas bagaimana untuk memajukan industri perikanan ke depan, Iwan berkata memang tidak mudah. Sebab, sebelumnya sektor perikanan ini, khususnya porsi antara tangkap dan budidaya itu lebih banyak tangkap.

"Nah, jika kita hanya mengandalkan tangkap saja tentu perkembangannya tidak bisa lebih. Karena itu, sekarang yang diharapkan lebih ditingkatkan adalah budidaya untuk memenuhi bahan bakunya itu. Jadi, percuma saja banyak-banyak industri tapi bahan bakunya tidak ada. Makanya, Insya Allah ke depan diharapkan yang dapat diperjuangkan melalui budidaya itu," pungkasnya.(jay/hmsprov)
09.05 | 0 komentar | Read More

Persisam Akui Beruntung Punya 'Si Gila' Gonzales

Written By Admin on Selasa, 20 Desember 2011 | 06.52

Pada laga yang digelar di Stadion Segiri, Gonzales membuktikan diri sebagai salah satu pencetak gol termashyur sepanjang sejarah Liga Indonesia.
 

Dua gol sundulannya, masing-masing pada menit 16 dan 68, ke gawang Persiwa selain menghadiahi Persisam kado manis jelang akhir tahun, juga tercatat sebagai gol ke 181-nya selama sembilan musim merumput di tanah air, serta yang kelima sepanjang musim ini.

Asisten pelatih Persisam Hendri Susilo pun mengaku beruntung skuadnya memiliki penyerang tajam macam 'El Loco'.

“Anak-anak mengalami penurunan permainan dan itu sudah kami prediksi sebelumnya. Tapi kami beruntung berkat dua gol dari Gonzales,” ujarnya pada Pusamania.org.

Hendri mengapresiasi kedisiplinan skuad Persiwa dalam bertahan. Ini membuat Yongki Aribowo dkk kesulitan menembus pertahanan lawan.

“Pemain susah sekali menemukan ritme permainan. yang jelas kami sangat bersyukur atas kemenangan ini,” tukas Hendri.

Dengan tambahan tiga poin ini, 'Pesut Mahakam' menduduki puncak klasemen ISL dengan torehan sembilan poin dari empat laga, sama dengan Sriwijaya FC yang menang 2-1 atas Persija Jakarta namun masih kalah selisih gol.[yob]

(Sumber inilah.com)
06.52 | 0 komentar | Read More

SOSIALISASI KEWAJIBAN MEMILIKI ALAT PEMADAM API

Palangkaraya- Kebakaran merupakan bencana yang hampir setiap saat menghantui kita. Karena kebakaran menyebabkan kerugian harta benda dan kehilangan aset bagi yang mengalaminya. Kebakaran banyak disebabkan faktor, dapat berupa faktor kesalahan manusia, kejadian alam, dan kerusakan alat-alat kelistrikan. Hal ini dapat dicegah dengan cara mempertinggi kewaspadaan dan menyiapkan alat pemadam kebakaran sehingga dapat mencegah peristiwa api kecil menjadi api besar yang kemudian menjadi kebakaran besar.

  
Mengantisipasi hal tersebut diatas dibuat Peraturan Walikota Palangka Raya nomor 47 tahun 2010 Tentang Kewajiban Memiliki Alat Pemadam Api dan Peralatan Pemadam Kebakaran Pada Setiap Bangunan di Kota Palangka Raya. Peraturan tersebut disosialisasikan pada Acara Sosialiasi Peraturan Walikota Palangka Raya Nomor 47 tahun 2010 yang dilaksanakan  pada tanggal 19 Desember 2011 di Aula Palampang Tarung yang mengundang Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Palangka Raya, Kepala Badan/Instansi jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya, dan Perwakilan dari Dinas/Badan/Kantor/Unit kerja yang berasal dari jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya yang berjumlah total 80 orangTujuan dari kegiatan ini adalah memfasilitasi aparatur Pemerintah Kota Palangka Raya dalam rangka membangun kesiapsiagaan akan pentingnya upaya pencegahan dini terhadap bahaya kebakaran di lingkungan unit kerja masing-masingDemikian penjelasan dari Kepala Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pertamanan Pemko Palangka Raya dalam laporannya selaku ketua penyelenggara kegiatan.

Dalam sambutan Walikota Palangka Raya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Ir. Sanijan CES, Walikota berpesan kepada semua Kepala Dinas/Badan/Kantor/lembaga satuan kerja jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya agar dapat mengaktifkan kembali petugas satuan pengamanan (Satpam) serta melengkapi bangunan perkantoran dan tempat kegiatan bangunan kesehatan, pendidikan dan bangunan pelayanan umum yang menjadi aset Pemerintah Kota Palangka Raya dengan penyediaan alat peemadam api dan peralatan pemadam kebakaran lainnya. Dan kepada para peserta sosialisasi, Walikota meminta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bersungguh-sungguh, serta memperhatikan semua materi yang disampaikan sehingga nantinya dapat diterapkan di unit kerja masing-masing, dan kepada narasumber, saya juga berharap agar dalam memberikan materi nantinya lebih banyak pada hal-hal yang bersifat praktis serta dialog, agar peserta bisa dengan mudah menyerap ilmu yang diberikan. (Azw-Humas).

(Sumber Palangkaraya.go.id)
06.42 | 0 komentar | Read More

Danau Lindung Empangau, Juara I Pokmaswas Nasional 2011

Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan tanggal 16 November 2011, telah ditetapkan bahwa peserta evaluasi dari Danau Lindung Empangau Provinsi Kalimantan Barat sebagai Juara Pertama Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Tingkat Nasional Tahun 2011. Evaluasi POKMASWAS Tingkat Nasional merupakan bagian dari penyelenggaraan kegiatan tahunan penghargaan Adibakti Mina Bahari yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2002, berupa penilaian terhadap indikator kinerja pembinaan dari pemerintah di sektor kelautan dan perikanan. Sekaligus apresiasi untuk menumbuhkan motivasi, partisipasi dan prakarsa pihak nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan, masyarakat pesisir dan masyarakat pengawas perikanan sekaligus meningkatkan layanan aparatur pemerintah daerah secara harmonis.

 
Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Danau Lindung Empangau dari Desa Nanga Empangau, Kecamatan Bunut Hilir Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat telah dikukuhkan pada 17 April 2007, saat ini diketuai oleh Sulaiman. Keberadaan POKMASWAS Danau Lindung Empangau merupakan salah satu dari sejumlah 82 POKMASWAS pada 11 kabupaten / kota yang terdata serta dibina oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalbar sesuai Tupoksi dan kewenangannya. Adapun POKMASWAS adalah pelaksanaan Sistem Pengawasan Masyarakat (SISWASMAS) dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan melalui Pasal 67 yang menyatakan, "Masyarakat dapat diikutsertakan dalam membantu pengawasan perikanan". Melalui POKMASWAS selaku pelaksana kegiatan pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (SDKP) di tingkat lapangan, adalah terdiri dari para unsure tokoh masyarakat, tokoh agama dan adat, nelayan dan petani ikan, serta LSM dan masyarakat maritim lainnya.

Dalam rangka melibatkan sekaligus lebih meningkatkan peran masyarakat dalam melindungi pelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan, maka DKP selaku instansi teknis harus melaksanakan aspek pembinaan secara berkelanjutan dan berjenjang serta tahapan evaluasi terhadap para POKMASWAS di tingkat kabupaten dan kota hingga provinsi. Melalui proses evaluasi berdasarkan tiga kriteria yakni aspek teknis, sosial dan manajemen, telah diputuskan bahwa peserta dari Dusun Nanga Empangau yang merupakan juara POKMASWAS Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2011, dinilai sebagai Juara POKMASWAS Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun ini. Sekaligus ditetapkan untuk mengikuti Evaluasi POKMASWAS Tingkat Nasional khususnya pada kategori Pelestarian Sumberdaya Perairan, untuk bersaing dengan sejumlah 1.452 POKMASWAS dari 33 Provinsi seluruh Indonesia yang terdaftar serta dibina oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen PSDKP.

Pertimbangan utama yang membuat POKMASWAS Empangau dapat mengungguli penilaian pada kriteria evaluasi selain aspek teknis dan manajemen, adalah keberhasilan pada aspek sosial berupa penegakkan aturan pelestarian, pemijahan secara alamiah hingga pemanfaatan perikanan yang menjadi konsensus bersama sebagai perangkat hukum adat (local wisdom). Masyarakat Nanga Empangau juga telah menerapkan sistem pengelolaan di danau mereka berupa pembagian berdasarkan zonasi inti perlindungan, zona penyangga, serta zona pemanfaatan sebagai andalan utama untuk mata pencaharian maupun atraksi wisata perairan Empangau. Penerapan ini berdasarkan inisiatif mandiri dari para tokoh dusun yang prihatin terhadap merosotnya habitat ikan Arwana di akhir tahun 1999 akibat over eksploitasi maupun perubahan ekosistem alamiahnya. Melalui pemijahan secara tradisional yang kemudian didukung oleh pemerintah daerah, selanjutnya keberadaan ikan Arwana Merah (Super Red) semakin dipulihkan sekaligus dipertahankan menjadi sumber penghasilan maupun eksistensi sebagai maskot khas Kalbar.

Keberadaan POKMASWAS Danau Lindung Empangau yang mampu mengelola sumber daya perairannya berikut mengendalikan eksploitasi habitat lokal terutama ikan Arwana Merah, telah terbukti dengan keberhasilan untuk melengkapi sarana publik seperti pembangunan Masjid dan sekolah TK berikut pendanaan honor guru secara tetap Rp. 600.000,- pertahun, pembuatan Pos Jaga Polisi berikut perkerasan jalan di Dusun Nanga Empangau. Juga penyelenggaraan kegiatan sosial secara kolektif seperti mengawasi dan melaksanakan Panen Raya, pembersihan danau maupun sungai secara berkala, mengatur jadwal piket serta pendampingan para pengunjung danau yang dipusatkan di Pondok Wisata. Pemberdayaan masyarakat berdasarkan inisiatif kebutuhan hingga pencapaian yang dapat dinikmati telah merupakan keberhasilan dan prestasi tak ternilai, maka penghargaan melalui Evaluasi POKMASWAS secara berjenjang hingga Tingkat Nasional tinggal berupa pengakuan resmi saja.

Selanjutnya sebagai bagian dari puncak penghargaan Adibakti Mina Bahari yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, acara penyerahan penghargaan telah dilaksanakan pada upacara peringatan Hari Nusantara di Dumai Provinsi Riau tanggal 13 Desember 2011 yang diterima oleh Sulaiman selaku Ketua POKMASWAS Danau Lindung Empangau. Semoga apresiasi terhadap POKMASWAS Danau Lindung Empangau dapat mewakili eksistensi masyarakat perikanan di Kalbar yang selama ini hanya dikenal melalui pamor ikan Arwana Merah belaka, serta akan menularkan kegairahan bagi tersebarnya Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan pada 14 kabupaten dan kota di bumi Khatulistiwa.

*Ir. Dionisius Endy, MMP 
(Sumber kalbarprov.go.id)
06.36 | 0 komentar | Read More

BPD Menuju Bank Regional Champion

SAMARINDA - Tahun 2011 Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim merekrut sebanyak 144 calon pegawai. Para calon pegawai tersebut diberikan pendidikan dan pelatihan tentang bagaimana memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Dengan pelatihan ini , target optimalnya adalah memberikan pelayanan prima menuju Bank Regional Champion," ujar Direktur BPD Kaltim Zainuddin Fanani dalam acara penandatanganan MoU antara BPD Kaltim dengan Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kalimantan, sekaligus menandai dilaksanakannya Professional Development Trainer bagi 31 calon karyawan baru BPD Kaltim bertempat di Gedung PKP2A LAN, Senin (19/12).

"Saat ini, walau hanya sebatas menggunakan tempat belajar, asrama dan lainnya namun kerjasama ini diharapkan dapat ditingkatkan untuk tahun-tahun mendatang, seperti penggunaan pengajar dari PKP2A LAN," ujar Kepala PKP2A III LAN Dr Meiliana.

Program kerjasama antara PKP2A LAN ini ujarnya, sejalan dengan arahan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang menginginkan setiap aparatur pemerintah dan instansi terkait lainnya dapat memanfaatkan Gedung PKP2A LAN sebagai tempat pelatihan.

Sementara itu, Direktur Utama BPD Kaltim, Zainuddin Fanani mengatakan BPD sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah memiliki tanggungjawab dalam peningkatan Sumber Daya Manusia.

"Dalam tanggungjawab peningkatan SDM ini kita mengoptimalisasi lembaga atau asset-aset daerah yang potensial untuk kita gunakan, dalam hal ini Gedung LAN. Dengan fasilitas yang sangat memadai sebagai tempat pelatihan, dinilai dapat memberikan kenyamanan kepada seluruh peserta," ujarnya.

Oleh karena itu, sinergisitas yang dibangun antara Bank BPD Kaltim dan PKP2A LAN muaranya berdasar pada kesamaan pemikiran bahwa program Pemprov Kaltim sejalan dengan peningkatan kualitas SDM Bank Kaltim.(yul/hmsprov) 
(Sumber kaltimprov.go.id)
06.29 | 0 komentar | Read More

Terminal AKAP WA Gara Terbesar Se-Kalimantan

Written By Admin on Senin, 19 Desember 2011 | 09.58

Palangkaraya. Terminal Induk Antarkota An­tar­provinsi (AKAP) "WA Gara" di Jalan Ma­hir Mahar Kota Palangka Ra­ya, Kalteng, Rabu (14/12) resmi di operasionalkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang sehingga semua kendaraan angkutan penumpang wajib masuk terminal.
 

Gubernur Kalimantan Tengah meminta pemerintah Kota Palangka Raya yang akan mengelola terminal induk tersebut untuk merawatnya dengan baik serta melarang semua pengusaha angkutan resmi menggunakan semua terminal lama yang ada di Palangka Raya. Semua armada angkutan harus lewat terminal induk, agar terminal diresmikan benar-benar berfungsi. Teras juga meminta kepada semua aparatur yang menangani terminal termasuk polisi untuk menertibkan angkutan penumpang yang masih mengunakan terminal lama.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia juga telah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika untuk melakukan rapat untuk operasional terminal induk dan melakukan penertiban terhadap semua angkutan penumpang yang masih menggunakan terminal lama.
 Penertiban taksi liar maupun pemindahan operasional terminal lama ke terminal baru akan dilakukan oleh instansi terkait agar terminal dapat berfungsi dengan baik.
Peresmian terminal terbesar di Kalimantan dihadiri oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Informasi dan Telekomunikasi (Kemenhubkominfo) RI, Suroyo Alimoeso. Dan peresmian terminal AKAP tersebut sesuai dengan komitmen Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia dengan tujuan agar pengoperasionalan terminal dapat membantu melancarkan arus mudik pada saat libur Natal dan tahun baru nanti.

Dishubkominfo Kota Palangka Raya sudah memperbaiki sejumlah fasilitas terminal seperti penambahan atap tribun dan pengaspalan jalan.Dengan beroperasinya terminal AKAP tersebut, semua angkutan seperti travel, angkot, bus, dan taksi argo akan didata ulang. Mereka diwajibkan masuk ke terminal sebelum peresmian. Hal ini dimaksudkan agar  bisa diketahui apakah fasilitas terminal mampu menampung atau tidak. (Lia-Hms Setdako Plk)

(Sumber palangkaraya.go.id)
09.58 | 0 komentar | Read More

Banjarmasin Raih Pengakuan Pengelolaan Air Bersih Terbaik

Kota Banjarmasin mendapat pengakuan sebagai kota besar dengan pengelolaan air bersih terbaik dari seluruh kota besar lainnya se Asia Tenggara.



 Penghargaan atas pengakuan tersebut diterima dalam bentuk sertifikat pengakuan atau certificate of recognition oleh Wali Kota Banjarmasin H Muhidin di The Laguna Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu malam kemarin.

Diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3, dan sampah, Kementrian Lingkuangan Hidup, Dra Masnellyarti Hilman, MSc. Berbarengan dengan puncak penyerahan penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC Awards).

Hasil tersebut berdasarkan seleksi puluhan kota besar lainnya di level Asia Tenggara pada pertemuan ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC) ke 9 di Yangon, Myanmar pada Mei lalu.

"Walaupun hanya berupa sertifikat pengakuan, namun pengakuan tersebut sudah menunjukkan betapa seriusnya Kota Banjarmasin dalam menata dan meningkatkan kualitas mutu pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang penyediaan air bersih," kata Muhidin via Humas Pemko Banjarmasin (Tribun)
09.52 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Tingkatkan Motivasi Berprestasi

SAMARINDA - Bantuan beasiswa kepada sejumlah pelajar dan mahasiswa di Kaltim, diharapkan mampu memotivasi pelajar dan mahasiswa di daerah ini sehingga terus memacu diri untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tingi tinggi.

Hal itu dikatakan, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada penyerahan beasiswa di Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri, sabtu (17/12). Dia minta masing-masing lembaga pendidikan tidak bersaing dalam jumlah kelulusan, tetapi lebih mementingkan kualitas kelulusan setiap tahun.

Menurut dia, meningkatkan kualitas pendidikan merupakan proses akselerasi pemerintah untuk memajukan pembangunan Kaltim melalui peningkatan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di segala bidang sesuai dengan program cerdas, merata dan gemilang (Cemerlang).

"Karena itu perlu dukungan dan pembenahan administrasi dua pendidikan, termasuk tenaga pengajar untuk membantu pemerintah menciptakan SDM berkualitas di Kaltim sehingga mengurangi ketergantungan pada negara lain," kata Awang Faroek.

Selain itum kata Awang diberikannya bantuan stimulant adan beasiswa juga merupakan kebanggaan masing-masing pelajar dan mahasiswa dan asal daerah maupun bangsa.

"Semangat serta motivasi para pelajar dan mahasiswa dari 14 kabupaten/kota di Kaltim tidak diragukan lagi dalam berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik yang saling bersaing secara sehat untuk menjadi yang terbaik," katanya.

Sementara itu perwakilan mahasiswa, Febri Eko Prasetyo dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman (Unmul) mengaku sangat senang terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa Pemprov untuk menunjang berprestasi.

Mahasiswa asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tersebut juga berharap jumlah bantuan beasiswa dan stimulan setiap tahun terus bertambah seiring dengan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, mahasiswi Akademi Perawat (Akper) dari Bulungan Fajrianti Mulianti asal Bunyu merasa bangga terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa sekaligus perwakilan yang menerima bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kaltim.

"Beasiswa ini akan digunakan untuk membiayai keperluan kuliah keperawatan yang menjadi cita-cita saya dan berharap di tahun berikutnya bisa beasiswa lagi," katanya. (fit/hmsprov)
09.43 | 0 komentar | Read More

DW SETDA SERAHKAN BINGKISAN KE PANTI JOMPO

Pontianak- Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Dharma Wanita Persatuan Setda Prov Kalbar melakukan Anjangsana dan Bhakti Sosial ke Panti Jompo dan Panti Asuhan yang ada di Kota Pontianak. 


Kegiatan Anjangsana ini merupakan Program Kerja tahunan Dharma Wanita Persatuan Setda, dengan tujuan untuk menjalin tali silaturahmi dan memupuk rasa kesetiakawanan diantara sesama.

Demikian dikatakan Ny. Yuniar M.Zeet selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Setda Prov Kalbar saat mengunjungi Panti Jompo Graha Werdha Yoseph juga Panti Asuhan Bhakti Luhur, dan Geetts Many, Rabu ( 14/12).

Turut mendampingi rombongan Wakil Ketua Ny.Kartius, Sekretaris Ny. Turiman, Ny.Ignatius serta pengurus lainnya.

Kegiatan anjangsana ini selain bersilaturhmi sekaligus menyerahkan bingkisan berupaka bahan makanan seperti beras, indomie, susu, gula, kacang hijau, kecap.

Lanjut Yuniar, bingkisan yang diserahkan kalau dinilai tidaklah seberapa, tapi ini merupakan wujud rasa kepedulian dan kepekaan sosial dari Dharma Wanita.

Banyak saudara-saudara kita yang masih memerlukan bantuan, semangat kepedulian ini perlu kita bangun, jangan kita memandang latar belakang dari saudara kita tersebut, tapi semua itu merupakan mahluk Tuhan yang perlu kita kasihi.

Kalau kita melihat baik itu Panti Jompo maupun Panti Asuhan yang ada di Kota Pontianak, ada sebagain yang masih sangat serba kekurangan, kalau kita kita yang peduli, siapa lagi yang memperhatikan mereka., :tegas Yuniar.

Sementara itu menurut Suster Veronika yang selalu aktif mengasuh para penghuni Jompo, sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Setda, memang kami tidak menilai apa dan berapa bingkisan yang disampaikan, tapi ini sebagai kepedulian sosial yang sangat tinggi.

Bingkisan yang diberikan dirasakan sangat membantu sekali sekaligus kegembiraan bagi mereka yang akan merayakan Hari Natal dan Tahun Baru.

Semoga kebaikan serta perhatian yang diberikan menjadi amal dan pahala dari Tuhan. ‘Tegas Veronika. ( Nasir Humas) 
(Sumber kalbarprov.go.id.com)
09.37 | 0 komentar | Read More

Gubernur Kalbar Minta PNS Laksanakan Kewajiban

Written By Admin on Minggu, 18 Desember 2011 | 10.50

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Gubernur Kalimantan Barat Cornelis meminta kepada seluruh pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah provinsi itu untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan peraturan.

"Seorang pegawai harus mengetahui undang-undang kepegawaian. Setelah diambil sumpahnya ini saya berharap PNS dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan peraturan," kata Gubernur Cornelis usai pengambilan sumpah terhadap 667 orang PNS Pemprov Kalbar di Pontianak, Jumat.

Gubernur Cornelis menegaskan, seorang PNS harus mengetahui tugas mengenai bagaimana mengerjakan dokumen-dokumen penting yang akan meringankan pekerjaan ia sebagai seorang abdi negara yang memang ditugaskan untuk menyelesaikan segala dokumen penting milik negara.

"Pegawai harus memahami bagaimana menyelesaikan dokumen-dokumen penting negara, jangan hanya sibuk mengurus urusan dirinya sendiri dengan kelakuan-kelakuan yang nakal," tegas Cornelis.

Ia juga mengingatkan, hendaknya seorang PNS harus diambil sumpahnya karena sudah sesuai dengan UU Kepegawaian. Selain itu, ia menjelaskan pengambilan sumpah itu sendiri terkait dengan kebijakan serta kewenangan yang tidak bisa dilakukan sebelum di sumpah.

"Bagi mereka yang belum di sumpah tidak akan bisa menjabat dan diberi kewenangan," kata Gubernur Cornelis.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar Robertus Isdius mengatakan, dari 667 PNS Pemprov Kalbar yang di sumpah, seharusnya 807 orang yang akan diambil sumpahnya, namun karena ketidakhadiran mereka, untuk pengambilan sumpah akan diserahkan langsung kepada masing-masing kepala SKPD.

"Seharusnya yang akan diambil sumpahnya 807 PNS, namun ada yang tidak hadir sehingga 140 PNS akan di sumpah oleh masing-masing kepala SKPD," kata Robertus.

Robertus menjelaskan, dari 667 PNS yang sudah diambil sumpahnya, merupakan pegawai yang sebelumnya memang belum pernah diambil sumpah semenjak ia menjadi pegawai negeri. Sementara untuk PNS yang diterima di tahun 2009 memang belum dilakukan pengambilan sumpahnya.

"Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh PNS yang belum di sumpah untuk melapor kepada kepala SKPD masing-masing untuk segera diambil sumpahnya," jelas Isdius.

Kepala Korps Pegawai Negeri (KORPRI) Syarif Yusniarsyah menambahkan, untuk pembinaan kepegawaian dilakukan secara bersama dengan BKD Kalbar.

"Mengacu kepada hal tersebut, maka pada prinsipnya apa yang ada aturan kepegawaian akan dilakukan dalam rangka pembinaan kepegawaian. Maka, hal-hal yang menyangkut masalah pelanggaran yang terjadi tetap akan dilakukan pembinaannya," kata Syarif Yusniarsyah. (phs/Ant)

(Sumber Kalimantan-News)
10.50 | 0 komentar | Read More

MAKNA TATO BAGI SUKU DAYAK KALIMANTAN

Tato memang sudah menjadi trend di dunia luar sana, jadi simbol kebebasan memodif diri dan tubuh, tapi di negara kita Indonesia tato sudah ada sejak dahulu.

Jangan terkejut jika masuk ke perkampungan masyarakat Dayak dan berjumpa dengan orang-orang tua yang dihiasi berbagai macam tato indah di beberapa bagian tubuhnya. Tato bagi masyarakat Dayak bukan sekadar hiasan, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam.

 
Sebab tato bagi masyarakat Dayak tidak boleh dibuat sesuka hati sebab ia adalah sebahagian dari tradisi, status sosial seseorang dalam masyarakat, serta sebagai bentuk penghargaan suku terhadap kemampuan seseorang.

Oleh karena itu, ada peraturan tertentu dalam pembuatan tato baik pilihan gambarnya, struktur sosial seseorang yang memakai tato maupun penempatan tatonya.

Meskipun demikian, secara realitasnya tato memiliki makna sama dalam masyarakat Dayak, yakni sebagai "obor" dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian, setelah kematian.





Bagi suku Dayak yang tinggal di sekitar Kalimantan dan Sarawak Malaysia, tato di sekitar jari tangan menunjukkan orang tersebut suku yang suka menolong seperti ahli pengobatan. Semakin banyak tatoo di tangannya, menunjukkan orang itu semakin banyak menolong dan semakin arif dalam ilmu pengobatan.

Bagi masyarakat Dayak Kenya dan Dayak Kayan di Kalimantan Timur, banyaknya tato menggambarkan orang tersebut sudah kuat mengembara. Setiap kampung memiliki motif tato yang berbeda, banyaknya tato menandakan pemiliknya sudah mengunjungi banyak kampung.








Berbeda pula dengan golongan bangsawan yang mamakai tato, motif yang lazim untuk kalangan bangsawan adalah burung enggang yakni burung endemik Kalimantan yang dikeramatkan.

Ada pula tato yang dibuat di bagian paha. Bagi perempuan Dayak memiliki tatoo di bagian paha status sosialnya sangat tinggi dan biasanya dilengkapi gelang di bahagian bawah betis.

Motif tato di bagian paha biasanya juga menyerupai simbol tato berbentuk muka harimau. Perbedaannya dengan tato di tangan, ada garis melintang pada betis yang dinamakan nang klinge.


Tatoo sangat jarang ditemui di bagian lutut. Meskipun demikian, ada juga tatoo di bagian lutut pada lelaki dan perempuan yang biasanya dibuat pada bagian akhir pembuatan tato di badan. Tato yang dibuat di atas lutut dan melingkar hingga ke betis menyerupai ular, sebenarnya anjing jadi-jadian atau disebut tuang buvong asu.

(Sumber http://infotemplatez.blogspot.com)
10.13 | 0 komentar | Read More

Ecuador Jajaki Kerjasama Pangan dengan Kaltim

SAMARINDA - Duta Besar (Dubes) Ecuador Eduardo Calderon Ledesma menjajaki kemungkinan kerjasama pangan dengan Kaltim yang saling menguntungkan, terutama dalam pengembangan pangan, khususnya perkebunan dan pertanian. Hal itu dijelaskan Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak usai pertemuan bersama Dubes Ecuador di Ruang Rapat Gubernur di Setprov Kaltim, Jumat (16/12).

Menurut Awang, Eduardo menjelaskan kalau Ecuador memiliki sejumlah daerah yang sama dengan Kaltim. Bahkan, Ecuador memiliki program mirip dengan Kaltim, yakni berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan. Artinya, komitmen tersebut sama dengan Kaltim Green yang saat ini diprogramkan daerah.

"Jadi, mereka promosinya seperti itu. Bahkan, dia juga menjelaskan adanya kemungkinan kerjasama antara Kaltim dengan Pemerintah Ecuador yang saling menguntungkan. Misalnya sektor perkebunan dan pertanian yang baik dikembangkan di Kaltim. Misalnya, tanaman nanas dan pisang, yang semuanya mengarah pada perkembangan pangan di Kaltim," ujar Awang Faroek Ishak.

Dubes Ecuador ke Kaltim dalam rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker). Dalam kesempatan tersebut, hadir Walikota Samarinda Syaharie Jaang, yang diharapkan ke depan ada potensi kerjasama dengan Kota Samarinda dengan Ecuador.

"Dari persentasi mereka, ternyata banyak kesamaan Ecuador dengan Kaltim, saya berharap nantinya Pemprov Kaltim dan Pemerintah Ecuador duduk bersama untuk melanjutkan kerjasama saling menguntungkan," jelasnya.

Sementara itu, Komite Tetap Kadin Kaltim Bidang Pertanian Henny Mappatangka menyebut, Dubes Ecuador dalam Kunker tersebut menawarkan kerjasama dengan Kaltim, khususnya Samarinda dengan Ibukota Ecuador yakni Kota Pito. Sedangkan untuk investasi ekspor, lanjut dia, tentu tidak mungkin. Karena, jaraknya dari Jakarta ke Ecuador harus menempuh waktu hingga 35 jam.

"Jadi, untuk biaya ekspor tentu tidak bisa. Tapi, jika mereka mau sebagai investor, Insya Allah bisa. Bahkan, Duta Besar Ecuador juga memberikan sinyal untuk bekerjasama dengan Pemkot Samarinda, dalam hal pembangunan infrastruktur," pungkasnya.(jay/hmsprov). 
(Sumber Kaltimprov.go.id)
07.02 | 0 komentar | Read More

Tingkatkan Pengawasan Dan Pengecekan

Written By Admin on Rabu, 14 Desember 2011 | 05.14

Pontianak – Data hasil pengawasan oleh badan POM Tahun 2008 s/d 2010 menunjukan beberapa jenis pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat berasal dari kelompok es, minuman bewarna merah, sirup, jeli, agar-agar, kudap, makanan ringan (snack) saus dan sambal. Hal tersebut di sampaikan Asisten II, lensus kandri, SH, MH saat mewakil Sekda Provinsi Kalimantan Barat pada pertemuan koordinasi dan fasilitasi kebijakan program pangan yang berbahaya bagi kesehatan. Praja II, 12/11. 

 
Dalam paparannya, lensus kandri mengatakan hasil survai di bogor menunjukan bahwa 36% tingkat keamanan pangan jajanan anak sekolah masih rendah hal ini merupakan masalah serius karena terkait dengan pembangunan sumber Daya Manusia Indonesia, rendahnya pangan jajanan anak sekolah dapat memperburuk status gizi anak sekolah akibat terganggu asupan gizi.

Kondisi tersebut tentunya menjai masalah dalam upaya meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat (terutama anak-anak sekolah), apalagi Kalimantan Barat masih dihadapkan dengan berbagai masalah besar yang signifikan terhadap upaya peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat antara lain Sumber Daya Manusia (SDM), Aparatur Kesehatan, Prasarana, Sarana Kesehatan dan sebagainya.

Untuk itu, dengan di adakan pertemuan ini di harapkan agar Dinas/Badan terkait Provinsi, Kabupaten maupun Kota untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengecekan. (Rinto/Humas Prov). 

(Sumber kalbarprov.go.id)
05.14 | 1 komentar | Read More